Tower BTS Miring Tanpa Disadari? IoT Punya Solusinya

Jan 10, 2026 | AIoT, Teknologi Informasi (IT)

Biasanya kita melihat tower telekomunikasi menjulang tinggi dan berdiri tegak. Tower BTS biasa kita lihat di kawasan perkotaan, perumahan, hingga berdiri di atas bangunan seperti rumah dan ruko. Secara kasat mata, tower BTS tampak tegak dan kokoh.

Tapi, pernah terpikir, kenapa tower yang terlihat tegak bisa tiba-tiba roboh?

Faktanya, tower BTS tidak selalu benar-benar tegak. Secara kasat mata memang terlihat lurus, tetapi ketika diukur menggunakan alat khusus seperti theodolite, barulah terlihat adanya kemiringan.

Selama ini, pemantauan kemiringan tower umumnya masih dilakukan secara manual dan berkala menggunakan theodolite. Proses ini tentu memakan waktu, tenaga dan tidak praktis. Terutama jika tower berada di lokasi terpencil dengan akses yang sulit.

Apalagi kalau kita ingin mengetahui kemiringan tower telekomunikasi setelah ada insiden di sekitar area site, seperti tanah longsor, angin kencang, atau banjir bandang. Belum tentu informasi yang kita dapatkan langsung kita ketahui.

Pertanyaannya, seberapa penting memantau verticality (Ketegakan) tower BTS? Jawabannya Sangat penting! 

Pernah dengar kasus tower roboh di Bekasi? Coba lihat video di bawah ini

Beruntung tidak ada korban jiwa. Tapi, bisa dibayangkan dampaknya jika arah robohnya mengarah langsung ke pemukiman warga atau fasilitas di sekitarnya.

Dampak Tower BTS Roboh

Sumber: rm.id

Ini dampaknya kalau tower BTS mengalami roboh:

Merusak Lingkungan Sekitar

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, tower BTS berdiri di tengah lingkungan yang aktif. Ada rumah warga, bangunan usaha, jalan, bahkan fasilitas umum.

Bukan hanya soal kerusakan fisik bangunan, tapi juga risiko keselamatan warga sekitar.

Bayangkan jika arah robohnya tepat ke pemukiman padat atau area yang sedang ramai aktivitas. Dalam kondisi tertentu, dampaknya bisa sangat fatal.

Dan ketika tower sudah roboh, dampaknya tidak berhenti di situ. Dari sisi perusahaan, masalah justru baru dimulai.

Kerugian Financial

Tower yang roboh hampir pasti menimbulkan biaya besar. Mulai dari perbaikan bangunan di sekitarnya, proses evakuasi, hingga pembangunan ulang tower BTS itu sendiri.

Belum lagi biaya tambahan seperti:

  • Penggantian perangkat yang rusak,
  • Mobilisasi alat berat,
  • Hingga potensi klaim atau kompensasi.

Pada titik ini, biaya operasional yang seharusnya bisa dikendalikan justru membengkak. Pencegahan yang lebih murah seringkali baru terasa nilainya setelah kejadian besar terjadi.

Downtime Layanan Panjang

Dampak lain yang tidak kalah fatal adalah downtime layanan. Perlu diingat, tower BTS merupakan infrastruktur vital dalam penyebaran sinyal telekomunikasi. Ketika satu tower roboh, layanan di area tersebut pasti terganggu.

Proses pemulihan bukan hitungan jam. Bisa berhari-hari, bahkan lebih lama, tergantung tingkat kerusakan dan kondisi lapangan. Selama itu pula:

  • Kualitas layanan menurun,
  • Keluhan pelanggan meningkat, dan
  • Kepercayaan terhadap layanan bisa ikut terdampak.

Dalam dunia telekomunikasi, downtime panjang bukan sekadar gangguan teknis, tapi juga risiko bisnis.

Dari berbagai risiko tadi, muncul satu pertanyaan sederhana: apa bisa tower BTS dipantau sebelum benar-benar roboh? Jawabannya, sekarang sudah bisa.

IoT Solusi Pencegahan Tower Roboh

Sekarang, teknologi IoT hadir sebagai salah satu cara untuk menghindari kejadian tower BTS roboh. Pendekatannya sederhana tapi berdampak besar: memantau kemiringan tower secara real-time, tanpa harus selalu menunggu pengecekan manual ke lapangan.

Bagi operator, ini sangat membantu ketika terjadi kondisi tidak normal, misalnya angin kencang, hujan ekstrem, atau pergeseran tanah, status kemiringan tower bisa langsung diketahui. Bukan menebak-nebak, tapi berdasarkan data.

Fitur apa saja yang sebenarnya bisa dimanfaatkan dari IoT untuk monitoring verticality tower BTS?

Real-Time Monitoring

Fitur paling terasa manfaatnya tentu real-time monitoring. Operator bisa mengetahui berapa derajat dan jarak kemiringan tower BTS kapan saja, tanpa harus menunggu tim datang ke lokasi dengan alat ukur manual.

Ini sangat membantu, terutama jika tower berada di area terpencil atau sulit diakses. 

Dalam kondisi darurat, sebagai operator Anda perlu tahu satu hal penting: apakah tower masih dalam kondisi aman, atau sudah mulai miring di luar batas toleransi.

Dengan IoT, data kemiringan tower bisa diakses dari mana saja dan kapan saja. Simple, cepat, dan relevan dengan kebutuhan operasional saat ini.

Namun perlu dicatat, memang ada perbedaan antara pengukuran menggunakan IoT dan theodolite. Dari sisi akurasi, theodolite tetap menjadi alat ukur utama karena bersifat presisi.

IoT membaca kemiringan berdasarkan nilai estimasi sensor. Meski demikian, peran IoT bukan untuk menggantikan pengukuran presisi, melainkan sebagai indikator awal. 

Setidaknya operator bisa mengetahui bahwa tower berpotensi miring dan perlu dilakukan pengecekan lanjutan.

Deteksi Dini Tower Miring

Di sinilah peran IoT menjadi sangat krusial: deteksi dini.

Walaupun pengukuran bersifat estimasi, bukan berarti datanya tidak bisa dijadikan acuan. Justru dengan pemantauan terus-menerus, perubahan kecil pada kemiringan tower bisa terdeteksi lebih cepat.

Begitu sistem IoT memberikan peringatan bahwa kemiringan mulai melewati ambang tertentu, langkah berikutnya sudah jelas: mengutus tim untuk melakukan audit verticality menggunakan theodolite dan menentukan titik kemiringan secara presisi.

Pendekatan ini jauh lebih aman dibanding menunggu kondisi visual terlihat parah. Karena ketika tower sudah tampak miring secara kasat mata, risikonya sudah cukup tinggi.

Singkatnya, lebih baik mencegah kemiringan parah sebelum berujung roboh, bukan?

Efisiensi Biaya Operasional

Ketika tower roboh bisa dicegah, dampaknya juga terasa pada biaya operasional. Perbaikan dini pada tower yang mulai miring, misalnya dengan perkuatan struktur, jelas jauh lebih hemat dibanding membangun ulang tower yang sudah roboh.

Masalahnya, kalau tower BTS sudah roboh, biaya yang muncul bukan lagi kecil. Mulai dari perbaikan lingkungan sekitar, penggantian perangkat, hingga pembangunan ulang struktur.

Dengan IoT, anggaran operasional bisa dialihkan ke preventive maintenance, bukan biaya darurat akibat kegagalan struktur. Tower lebih aman, biaya lebih terkendali.

Mendukung Keamanan Sekitar

Manfaat lain yang tidak kalah penting adalah keamanan lingkungan sekitar. Tower BTS berdiri di tengah aktivitas masyarakat. Ketika tower dalam kondisi tegak dan terpantau dengan baik, risiko tertimpa bangunan dapat diminimalkan.

Ini bukan hanya soal aset perusahaan, tetapi juga soal rasa aman bagi warga dan aktivitas di sekitarnya. Tower aman, lingkungan pun ikut tenang.

Mendukung Kepatuhan Standar Bangunan

Terakhir, IoT juga membantu operator dalam menjaga kepatuhan terhadap standar bangunan. Dalam praktiknya, kemiringan tower masih diperbolehkan selama berada dalam batas toleransi tertentu.

Umumnya, toleransi kemiringan dihitung dengan rumus:

  • Tinggi tower / 1000, atau
  • Pada standar yang lebih ketat, Tinggi tower / 2000

Sebagai contoh, untuk tower setinggi 42 meter: 

Toleransi 1/1000 = Maksimal kemiringan 4,2 cm

Jika kemiringan tower lebih dari nilai toleransi, maka perlu dilakukan tindakan seperti perkuatan struktur agar tower kembali berada dalam kondisi aman.

Dengan pemantauan IoT, batas toleransi ini bisa dipantau secara konsisten, sehingga tindakan teknis dapat dilakukan tepat waktu, bukan setelah masalah membesar.

Kesimpulan IoT Sebagai Verticality Monitoring Tower

Dari pembahasan tadi, satu hal jadi semakin jelas: verticality monitoring berbasis IoT bukan sekadar teknologi tambahan, tapi kebutuhan.

Sistem ini memberikan cara yang lebih aman dan masuk akal untuk menjaga tower BTS dari risiko kemiringan yang bisa berujung pada robohnya struktur.

Memang, data yang dihasilkan bersifat estimasi disitulah kekuatannya. IoT mampu memberikan gambaran kondisi tower yang mendekati real di lapangan, sekaligus menjadi alarm awal sebelum masalah jadi lebih besar. Setidaknya, operator tidak lagi berada dalam posisi “terlambat tahu”.

Apalagi, menjaga infrastruktur bukan hanya soal aset, tetapi juga tentang keberlanjutan layanan jaringan. Kalau alat ini ada di tower anda dan memberitahu tower mulai miring, tentu lebih aman kan?

Artikel Terkait

Bisa Pantau Tagihan Air! Ini Keunggulan Smart Water Meter

Bisa Pantau Tagihan Air! Ini Keunggulan Smart Water Meter

Penggunaan air adalah salah satu kebutuhan utama dalam perumahan. perkantor, pabrik, maupun area industri. Tantangannya, biaya air sering berubah-ubah mengikuti jumlah pemakaian.  Apalagi kalau Anda harus mengelola banyak lokasi, seperti seperti area perumahan,...

Cegah Kebakaran Gedung! Ini Manfaat Gas Detector IoT

Cegah Kebakaran Gedung! Ini Manfaat Gas Detector IoT

Kebocoran gas bukan hal sepele. Selain beracun bagi siapa pun yang menghirupnya, gas yang bocor juga sangat mudah tersulut api. Begitu terkena percikan, nyala api bisa langsung membakar isi ruangan dalam hitungan detik.  Dalam kasus berat, ledakan akibat...

IoT dan AI: Duet Cerdas Mengubah Wajah Industri Masa Depan

IoT dan AI: Duet Cerdas Mengubah Wajah Industri Masa Depan

Perkembangan dunia Internet of Things (IoT) kini menjadi tren besar di berbagai sektor industri. Dengan teknologi ini, pelaku bisnis bisa mengontrol seluruh sistem dan aset perusahaan hanya melalui satu dashboard secara real-time.  Mulai dari memantau kondisi...